6 Gelandang Bertahan Terbaik Sepanjang Masa

gelandang bertahan terbaik sepanjang masa

Pemain sepakbola dituntut untuk bertahan dalam permainan intens selama 2 x 45 menit, termasuk gelandang bertahan. Tugas defensive midfielder adalah membaca strategi permainan lawan, menggiring bola ke area pertahanan lawan, dan menjaga ritme permainan. Beberapa nama gelandang bertahan terbaik sepanjang masa masih terukir di hati pecinta sepakbola.

Meskipun pamornya tidak secerah pemain forward atau striker, gelandang berperan dalam keberhasilan tim. Tanpa permainan ciamik dari para midfielder ini, penyerang juga tidak dapat mencetak gol. Kerjasama tim harus diutamakan dalam permainan sepakbola. Berikut adalah gelandang bertahan terbaik sepanjang masa yang mungkin dikenali oleh pembaca:

1. Lothar Matthaus

Sang terminator, begitulah panggilan pemain bek berkewarganegaraan Jerman ini yang tidak terkalahkan dalam performanya. Sabetan penghargaan non-stop dari tahun 1982 hingga 1998 diperolehnya berkat ketrampilan multi talenta Matthaus dari bek, gelandang, hingga penyerang. Rekor prestasinya agak sulit untuk dikejar oleh pemain lain, yaitu 23 cetakan gol dari 150 pertandingan. 

READ  Pemain Muda Potensial Asal Indonesia

Untuk kepribadian, Matthaus tergolong unik karena gemar melontarkan opini kontroversial. Bagaimanapun, klaim yang tinggi darinya selalu didukung dengan prestasi yang dicetak oleh pemain Jerman ini. Sayangnya setelah pensiun, namanya tidak sebesar pemain besar lainnya. Tidak banyak klub besar yang meminangnya menjadi pelatih, hanya klub semenjana.

2. Frank Rijkaard

Pemain gelandang bertahan berkebangsaan Belanda ini telah bermain untuk tim nasional negaranya sebanyak 73 kali dengan kemenangan 10 kali. Frank dinilai mampu menampilkan pertahanan yang kuat. Area coverage untuk pemain gelandang cukup luas, namun Frank bisa membangun jembatan antara bek dan penyerang.

Setelah menggantung sepatunya, pria berusia 58 tahun ini menjadi pelatih. Masa kejayaannya sebagai pelatih adalah saat ia membawa trofi pertandingan 2 tahun berturut La Liga Spanyol dan 1 Liga Champions. Sayang, pria yang terakhir menjabat sebagai pelatih tim Arab Saudi di tahun 2013 ini menolak melatih di tim nasional negaranya sendiri.

3. Didier Deschamps

Deschamps merupakan salah satu wujud nyata seorang gelandang bertahan terbaik sepanjang masa. Selain Didier menunjukkan permainan rebutan bola yang cerdas, ia juga menjadi kapten termuda di masanya. Ia telah menampilkan 103 pertandingan dan mengharumkan nama negaranya dengan memenangkan Piala Dunia tahun 1998 dan Euro tahun 2000. 

READ  Bek Kanan Terbaik di Dunia dengan Bayaran Fantastis

Karir sebagai manajer klub dimulai di AS Monaco, dan membawa klub ini memenangkan Coupe de la Ligue di 2003. Kemudian, kiprahnya dengan Marseille membawa gelar Ligue 1 pada tahun 2009-2010, Coupe de la Ligue di tahun 2010 dan 2012, dan Trophée des Champions di tahun 2010 dan 2011. Sejak 2012, Didier memangku jabatan sebagai pelatih nasional Perancis dan memenangkan Piala Dunia FIFA tahun 2018.

4. Claude Makélélé

Sejak pemain bek asal Kongo ini bergabung dengan Madrid, taktik 4-2-3-1 mulai diterapkan. Makélélé bertugas untuk gelandang bertahan dan juga memblokir bola berbahaya yang memasuki garis pertahanan Madrid. Claude Makélélé telah mencetak 7 trofi selama bergabung dengan klub Madrid. Sedangkan pada tim nasional Perancis, Makélélé telah bertanding sebanyak 71 kali. 

Sayangnya, keputusan pelatih untuk meminang pemain sepak bola ternama, David Beckham, membuat Makélélé mendapatkan gaji yang rendah dan memilih berpindah ke Chelsea. Bersama klub barunya, Makélélé semakin beringas menangkis serangan bola lawan dan menghapus kesempatan bagi para penyerang untuk mencetak kemenangan.

READ  Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Sampai Mei 2021

5. Sergio Busquets

Pemain gelandang bertahan asal Spanyol ini bergabung dengan Barcelona pada tahun 2007. Pada usia di atas 30 tahun, Sergio masih mampu menunjukkan penampilan yang memukau. Disandingkan dengan Messi, Sergio disebut pemain paling unggul dalam pertandingan La Liga. Dengan umpan bola dari Sergio, Messi mencetak gol perdana di awal pertandingan.

6. N’Golo Kanté

Ketahanannya dalam berlaga untuk Chelsea membuatnya memenangkan hati para pecinta sepakbola. Pembawaannya yang tenang, namun kecerdasannya dalam pertandingan sangat nampak pada kepiawaiannya menggiring dan mengarahkan bola. Acap kali, Kanté merebut bola hanya untuk dioper ke teman satu timnya, bukan untuk mencari ketenaran nama sendiri.

Jika pembaca memiliki nama pemain lain, dapat ditambahkan pada daftar gelandang bertahan terbaik sepanjang masa di atas. Kerjasama dalam tim sepakbola masih memegang kunci keberhasilan sebuah tim. Tim yang terkenal dan pemain yang bersinar selalu didukung dengan kerjasama dan strategi pelatih yang baik.

About the Author: Gin Kisaki

You might like